From Classroom to Stage of Achievement: An Inspirational Journey with Yang Laoshi
Kembali menorehkan prestasi, Global Business Chinese Binus University berhasil membanggakan melalui ajang Chinese Bridge Competition 2026 – Banten Province. Terdapat proses panjang di balik keberhasilan para mahasiswi berprestasi ini yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa, namun juga pada pembentukan karakter, disiplin, dan kepercayaan diri yang dipandu langsung oleh dosen inspiratif dari GBC, Yang Laoshi.
Perjalanan ini dimulai dari ruang kelas yang dinamis dan penuh energi.Pembelajaran bahasa Mandarin bersama Yang Laoshi tidak hanya dibatasi pada teori semata. Setiap sesi dirancang secara interaktif, dengan praktik percakapan, presentasi, dan simulasi kompetisi. Hal ini mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi secara aktif, berpikir kritis, dan berani untuk tampil.
Yang Laoshi menanamkan metode pembelajaran yang menuntut konsistensi dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Dalam proses belajar, kesalahan bukan untuk dihindari namun justru menjadi bagian yang penting. Hal ini secara langsung membentuk mental kompetitif yang sangat dibutuhkan dalam ajang kompetisi Chinese Bridge.
Semangat belajar para mahasiswa-siswi menjadi faktor pembeda utama. Mereka tidak hanya mengikuti kelas, tetapi juga meluangkan waktu di luar perkuliahan untuk belajar lebih banyak, memperdalam pelafalan Mandarin mereka, memahami lebih banyak tentang budaya Tionghoa, hingga meningkatkan kinerja mereka. Alhasil, beberapa mahasiswi dari Yang Laoshi mendapatkan pencapaian yang membanggakan ketika berpartisipasi dalam Preliminary Round Chinese Bridge Competition 2026 – Banten Province, yaitu Kathleen Kaymora Amayatama (林月巧) yang berhasil meraih juara pertama, Sabrina (彭秀雲) yang berhasil meraih juara ke – dua, dan Violin Rahardian (洪慈慧) yang berhasil meraih juara ke – tiga, serta terdapat beberapa mahasiswi yang memperoleh sertifikat sebagai kontestan yang luar biasa dalam berpartisipasi pada Kompetisi ini, yaitu Jenny Aurelia (曾佳萱), Agnes Stephanie (陈姵儒), dan Christiana Dea Arindha (林敬瑞).
Yang Laoshi membimbing para muridnya secara strategis, fokus tidak hanya pada kemampuan bahasa tetapi juga pada bagaimana mahasiswa dapat melancarkan kemampuan storytelling, memahami konteks budaya yang dapat memperkuat komunikasi, meningkatkan cara bergestur, berintonasi, dan berekspresi saat tampil, serta membangun kepercayaan diri di bawah tekanan. Pendekatan ini memastikan persiapan mahasiswa-siswi GBC dalam bersaing secara global.
Prestasi di tingkat provinsi menunjukkan bahwa metode pembelajaran jurusan Global Business Chinese di Binus University relevan dan kompetitif. Perjalanan ini lebih dari sekadar kemenangan, hasil luar biasa bukanlah sebuah kebetulan melainkan konsekuensi logis dari sistem yang tepat, mentor yang kuat, dan mahasiswa yang berkomitmen. Hal ini menegaskan bahwa prestasi tidak datang dari bakat saja, tetapi dari kombinasi strategi, disiplin, dan eksekusi yang konsisten.

