Dosen Undangan dari BINUS University Menjadi Sorotan Konferensi Internasional Bahasa Mandarin di Taiwan

Dr. Jureynolds, Kepala Program Studi Jurusan Global Business Chinese sekaligus Penanggung Jawab Program Kajian Taiwan BINUS University diundang ke Kaohsiung, Taiwan untuk menghadiri Konferensi Akademik Internasional ke-17 pada tanggal 23 Mei 2026. Konferensi yang bertema Klasik dan Modern 2026 di Wenzao Ursuline University of Languages, Kaohsiung ini dihadiri lebih dari 60 orang terdiri atas profesor dan dosen Wenzao Ursuline University of Languages serta akademisi dari negara lain.

Gagasan yang Dibawakan dari Indonesia
”Rancangan Kurikulum Berorientasi Kerja Sama Industri – Akademia: Prospek Masa Depan Pengajaran Bahasa Mandarin Terapan”, sebuah judul presentasi penelitian yang dibawakan oleh Dr. Jureynolds dalam konferensi tersebut. Penelitian ini berawal dari perkembangan pendidikan bahasa Mandarin tingkat tinggi di Indonesia dan kebutuhan industri dan mengkaji bagaimana menyatukan kerja sama industri akademik ke dalam sebuah kurikulum bahasa Mandarin yang sudah diterapkan. Terdapat lima strategi yang diajukan oleh beliau, yaitu penyambungan silabus secara aktif, sistem dua pembimbing dari kalangan akademisi dan praktisi, inkubasi bisnis simulasi, pelatihan talenta atas permintaan industri, serta pemecahan masalah yang berbasis proyek nyata.

Selama konferensi berlangsung, Dr. Jureynolds aktif dalam presentasi makalah, memberikan sesi tanya jawab, dan berdiskusi. Peneliti pendidikan bahasa Mandarin dari Taiwan dan Asia Tenggara terlibat dalm diskusi dan bertukar pikiran dengan Dr. Jureynolds terkait isu-isu bahasa Mandarin untuk dunia kerja, bahasa Mandarin untuk tujuan khusus (CSP), dan pengajaran bahasa Mandarin tingkat menengah ke atas. Hal ini secara pengalaman praktis menghadirkan pendidikan bahasa Mandarin Indonesia di forum akademik Taiwan dan beliau sendiri juga memperoleh pengalaman penelitian dan praktik pengajaran dari Taiwan.

Dampak-dampak yang Dihasilkan
Pertama, semakin dalamnya pertukaran akademik pendidikan bahasa Mandarin antara Taiwan dan Indonesia. Dengan akademisi Taiwan dan Asia Tenggara yang terlibat dalam presentasi dan interaksi akademik ini, pertukaran pengetahuan di bidang bahasa Mandarin terapan, bahasa Mandarin untuk dunia kerja, dan CSP semakin terdorong, sehingga terbentuk pertukaran akademik dan talenta secara dua arah. Kedua, hubungan kolaborasi yang semakin erat antara BINUS University dan Wenzao Ursuline University of Languages. Kedua pihak terus memperdalam sejarah perkembangan pendidikan bahasa Mandarin di Taiwan dan Asia Tenggara serta isu-isu pengajaran yang berhubungan. Tidak hanya itu, tetapi hubungan ini juga memperluas pertukaran kurikulum, pengajaran bersama, dan pengembangan talenta. Ketiga, arus pengetahuan dan talenta secara dua arah terbentuk melalui penelitian dan pengalaman praktis pendidikan bahasa Mandarin Indonesia yang dibawa ke Taiwan. Hasil penelitian serta pengalaman pengajaran dari Taiwan juga dibawa pulang ke Indonesia. Demikianlah kerja sama jangka panjang antara dua pihak pendidikan bahasa Mandarin dan pengembangan talenta semakin terwujud. Keterlibatan BINUS University dalam konferensi ini memperlihatkan bagaimana BINUS tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga aktif dalam percakapan akademik internasional tentang pendidikan bahasa Mandarin.

Jonathan Sebastian Gani