GBC Menembus Batas Global: Study Abroad di Shandong University of Science and Technology

Proses transformasi tercerminkan dari program study abroad yang dialami oleh tiga mahasiswi Global Business Chinese dari Binus University, yaitu Clemency Guinevere Prayitno, Eirene Heidi Narwastu, dan Joy Kezia Naftali Pulung di Shandong University of Science and Technology, Tiongkok. Tidak hanya berpindah lingkungan belajar, mereka juga masuk ke dalam ekosistem pendidikan dan budaya yang sangat berbeda. Ekosistem ini menuntut perubahan yang drastis dalam perihal bahasa, pola pikir, serta cara berinteraksi.

Ketiganya terlibat secara langsung dalam sistem pembelajaran yang menekankan disiplin, partisipasi aktif, dan pemahaman lintas budaya dalam kegiatan akademik. Dengan berinteraksi dengan mahasiswa lokal, mereka dapat membuka perspektif baru tentang bagaimana bisnis dapat beroperasi secara global, secara khusus di Tiongkok, yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Pendekatan pembelajaran tidak hanya secara teoritis tetapi juga aplikatif, dimana observasi langsung, diskusi kelas, serta presentasi menjadi komponen penting dari proses belajar.

Namun, bukanlah proses yang instan untuk beradaptasi dengan budaya dan bahasa. Mahasiswa yang tidak mempersiapkan mental biasanya akan cenderung menjadi pengamat daripada partisipan yang aktif. Dalam kasus ini, mereka mampu melewati fase tersebut dan terlibat dalam hal ini.

Pengalaman mereka di luar kelas diperluas melalui eksplorasi budaya. Salah satu cara untuk lebih memahami prinsip sosial, tradisi, dan cara berpikir masyarakat Tiongkok adalah dengan mengunjungi berbagai tempat bersejarah dan berinteraksi dengan masyarakat lokal di sana. Hal ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan pengalaman observasi pasar secara langsung yang termasuk memahami perilaku konsumen, pola komunikasi, hingga dinamika sosial yang memengaruhi bisnis. Yang membedakan di sini adalah bagaimana pengalaman dapat diproses menjadi insight.

Jonathan Sebastian Gani