The Abroad Journey as A GBC Student
Program pertukaran study abroad bagi mahasiswa Global Business Chinese (GBC) di Binus University merupakan bagian inti dari proses pembentukan kompetensi global. Berdasarkan pengalaman mahasiswa yang memilih study abroad pada semester ganjil tahun 2025/2026, terlihat suatu pola besar dimana belajar mandarin di luar negeri secara bersamaan mempercepat kemajuan akademik, profesional, dan personal.
Selama menjalani study abroad di universitas mitra seperti Shandong University of Science and Technology, National Dong Hwa Univer, Gengdan Institute of Beijing University of Technology, Chongqing University of Posts and Telecommunications, Qingdao City University, Guangxi Minzu University, National Changhua University of Education, hingga National Taipei University, para mahasiswa GBC secara langsung menerima akses dalam perkuliahan bahasa Mandarin, budaya, dan kelas berstandar internasional. Di luar ruang kelas, kegiatan mereka mencakup latihan percakapan dengan mahasiswa lokal, mengikuti kompetisi, volunteering, terlibat dalam organisasi, hingga berdiskusi lintas budaya untuk mengasah keterampilan. Pembelajaran mereka berlangsung secara kontekstual di berbagai tempat seperti di kantin, asrama, dan interaksi sosial sehari-hari.
Peran mahasiswa di luar negeri juga menuntut banyak tanggung jawab yang tinggi. Mereka bukan hanya peserta akademik, tetapi sebagai representatif dari Binus University dan seluruh pelosok Indonesia. Tanggung jawab yang tidak dapat ditawarkan termasuk mengikuti perkuliahan, menjaga etika, membangun hubungan internasional, dan menyesuaikan diri dengan budaya baru. Pengalaman ini secara tidak langsung mengajarkan kemandirian, kedisiplinan, dan manajemen waktu – kompentensi yang krusial di dunia industri global.
Kurikulum GBC terbukti relevan secara praktis. Mahasiswa mampu menerapkan Mandarin tingkat menengah hingga tingkat atas dalam diskusi kelas, presentasi, penerjemahan, hingga komunikasi profesional. Selain hard skills bahasa dan bisnis, soft skills seperti kerja sama tim, diskusi lintas budaya, problem solving, dan mindset global terbentuk secara nyata. Hal ini merespon terhadap kebutuhan industri yang menuntut lulusan yang adaptif, fleksibel, dan siap bekerja di lintas negara.
Study abroad dipandang dari perpektif karir sebagai investasi jangka panjang. Pengalaman bekerja di luar negeri memperkuat CV, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengurangi culture shok ketika menjejaki dunia kerja. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahanan secara langsung tentang etika dan budaya dalam pekerjaan profesional di Tiongkok dan Taiwan. Ini menjadi nilai tambah yang sulit diperoleh di pembelajaran domestik.
Singkatnya, perjalanan study abroad mahasiswa GBC merupakan proses “learning by living”, tidak hanya belajar bahasa, tetapi belajar menjadi profesional global. GBC membekali mahasiswa-siswinya tidak hanya sekadar lulus, tetapi juga mempersiapkan diri dalam bersaing dan bertumbuh di ekosistem bisnis internasional. Inilah yang membedakan GBC di Binus University dengan jurusan universitas lain.
