Narasumber Metro Xinwen Imlek 2020-Tradisi Tahun Baru Imlek

Pada tanggal 24 Januari 2020, bertepatan dengan Chinese New Year’s Eve, dosen Sastra China BINUS University, Dr. Jureynolds, SS., M.Litt. menjadi narasumber pada acara berita Metro Xinwen di Metro TV. Adapun topik yang diangkat adalah “Tradisi Tahun Baru Imlek”

“春节”Chūnjié atau yang biasa dikenal di Indonesia dengan Tahun baru Imlek(Tahun baru penanggalan 阴历Yīnlì (penanggalan lunar)) dirayakan oleh orang suku Tionghoa di dunia, tidak terkecuali dengan suku Tionghoa Indonesia. Perayaan ini adalah salah satu perayaan terbesar suku Tionghoa selain Dragon Boat Festival dan Moon Cake Festival. Tahun baru Imlek memiliki artian harapan dan semangat baru di tahun yang baru.

Tradisi tahun baru Imlek di Indonesia umumnya berasal dari Tiongkok selatan, dan tentu saja di setiap daerah mempunyai tradisi yang berasal dari hasil akulturasi dengan budaya lokal daerah setempat. Pada tradisi jamuan makan malam saat malam imlek, orang Tionghoa Indonesia akan berkumpul di rumah orang tua atau saudara yang dituakan untuk makan malam bersama, dan menyambut hari raya bersama. Hidangan makan malam lebih mirip dengan yang di daerah Tiongkok selatan, yaitu lauk pauk dengan aneka daging dan sayuran. Dan biasanya lauk ikan dan kuah bakso menjadi salah satu makanan wajib.

鱼Yú  (Ikan) dalam bahasa mandarin ber-homofon dengan 余Yú (Lebih), sehingga lauk ikan bermakna rejeki lebih/berlimpah. Lauk ikan biasa disajikan secara utuh dari kepala sampai ekor. Sebagai bentuk akulturasi budaya setempat, beberapa orang Tionghoa di Indonesia seperti di daerah Tangerang, memiliki kebiasaan menyantap ikan bandeng. Bakso yang di Tiongkok selatan disebut dengan 圆子Yuánzi memiliki harapan bersatu(团圆). Selain dua hidangan tersebut, misalnya di daerah Jakarta dan sekitarnya, akan disajikan juga kue lapis (千层糕) atau kue keranjang (年糕) yang bermakna semakin maju dari tahun ke tahun (年年高).

Di Tiongkok ada pepatah yang mengatakan “sesibuk-sibuknya, malam imlek tanggal 30 pulang ke rumah untuk makan” (打一千骂一万,三十晚上吃顿饭). Apapun makanan dan kebiasaannya, diharapkan hari raya imlek menjadi momentum untuk kebersamaan dan persatuan, baik dalam keluarga maupun berbangsa dan bernegara.

Dr. Jureynolds, SS., M.Litt.