People Innovation Excellence

Internship Track ComDev di NTT, Waikabubak (Part 1)

 

Mohon maaf terlalu lama jeda post pertama dengan kedua ^_^, langsung saja saya cerita disini….

Keesokannya saya mulai masuk ke kelas-kelas untuk perkenalan diri lebih lanjut. Meskipun banyak yang malu-malu, mereka sangat bersemangat dan banyak bertanya mengenai diri saya dan juga kehidupan di jakarta. Mulai dari agama saya, tempat tinggal, keturunan, kesan pesan waktu pertama kali tiba di Sumba, hingga pertanyaan mengenai kehidupan kuliah saya di Jakarta dan gambaran mengenai kota Jakarta juga mereka tanyakan. Mereka mendengarkan saya dengan tatapan berbinar penuh perhatian. Semua kelas, semua siswa, ingin tahu lebih banyak tentang saya. Senang rasanya mengetahui bahwa kedatangan saya disini telah ditunggu-tunggu lama oleh mereka.

 

IMG_9102

IMG_8886

IMG_9105 IMG_9107 Mereka bilang sudah lama penasaran mengenai saya dan tidak sabar ingin belajar Bahasa Mandarin.  Benar saja, mereka semua saling berebutan agar saya masuk dan mengajar di kelas mereka. Pada saat pengenalan bahasa Mandarin, mereka semua menganggap pelafalannya susah, tetapi mereka mau belajar. Mereka juga tidak segan untuk bertanya jika mereka tidak mengerti. Ini semua melebihi ekspektasi saya sebelum saya mulai mengajar. Ketika mengetahui jika saya akan memberi mereka materi baru, mereka semua bahkan berkata “yesssss!!”. Ada beberapa siswa yang cukup menonjol di setiap kelas. Mereka lebih cepat dan lebih mudah memahami materi yang saya berikan. Dalam waktu 4 pertemuan saja, mereka sudah bisa menyebutkan  beberapa sapaan dan kalimat pendek dalam bahasa Mandarin dengan benar. Hal tersebut membuat saya semangat sekali mengajar disini.

Tidak hanya mengajar, di Kota ini saya juga mengikuti kegiatan paguyuban setempat. Saya diajak oleh Papa Mama Fritz untuk mengikuti latihan tari khas Sumba untuk ditampilkan di Karnaval yang diadakan tanggal 15 September. Malam pertama saya ikut latihan, Papa Mama Fritz mengenalkan saya ke anggota paguyuban. Selama 3 malam latihan, saya sudah bisa tarian yang mereka ajarkan. Tariannya sangat unik karena mereka lebbih mengandalkan gerakan di kaki dan musik yang dimainkan memiliki irama dan nada yang bersemangat. Suatu ilmu tarian baru untuk saya pelajari.

Suasana di Waikabubak sangatlah menenangkan. Suhu udara di siang hari berkisar antara 23-25°C, sedangakan malam hari berkisar antara 18-20°C. Sejuk, sepi, santai. Tidak banyak kendaraan yang lewat. Beberapa warga masih menggunakan kuda untuk pergi ke kios. Banyak yang menggembala kerbau, bahkan kerbau juga ada yang bergerombol di jalan raya tanpa ada pemiliknya. Masih banyak yang makan sirih pinang.banyak rumah yang bangunannya masih sangat sederhana. Disini warganya rukun satu sama lain. Dari satu ujung jalan ke ujung jalan lainnya, semua warganya saling kenal. Saking kecilnya kota ini, jika ada berita duka, atau suatu peristiwa yang terjadi di suatu tempat, kabar tersebut cepat menyebar ke seluruh daerah Waikabubak. Setiap rumah pasti memiliki anjing penjaga dan memelihara babi di belakang rumahnya. Di sekitar rumah, ada beberapa warga yang menjual hasil kebunnya sendiri, seperti Kangkung, bayar, daun singkong, dll. Ada juga pasar darurat yang hanya ada beberapa pedagang saja disana. Disini, jam 6 sore pun sudah terdengar suara jangkrik.

IMG_8375 IMG_8368(1)

Dari daerah rumah saya (Gelora) menuju kota, dibutuhkan sekitar 10 menit menggunakan motor dan sekitar 15-20 menit menggunakan otto/bemo (sebutan orang sumba untuk angkutan umum). Cukup lama jika menggunakan otto, karena harus menunggu otto yang lewat didepan rumah. Kadang sambil menunggu otto, warga memilih sambil jalan sampai ada otto yang lewat. Naik otto disini ongkosnya Rp. 4000. Sedangkan ojek ongkosnya sekitar Rp. 5000 asal masih di dalam kota. Di kota, terdapat kios kios yang lebih besar yang menjual peralatan dan perlengkapan rumah tangga, dan terdaoat pasar tradisional juga. Di kota, jam setengah 7 malam kebanyakan toko sudah tutup untuk menghindari rampok. Jadi sekitar jam 7 daerah kota sudah sepi kecuali pasarnya.

Cerita ini akan masih berkelanjutan loh teman-teman…! Terima kasih banyak yang sudah menunggu dan membacanya. ^_^


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close